PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bergerak cepat dalam menangani kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dari beberapa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang mengikuti program makan siang bergizi. Kejadian ini menjadi perhatian serius, mengingat jumlah siswa yang terdampak cukup banyak dan terjadi di tengah pelaksanaan ujian akhir sekolah.
Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, SH, dalam keterangannya mengatakan bahwa hingga saat ini telah tercatat sebanyak 64 siswa dari lima sekolah di wilayah PALI yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
“Kita menerima laporan bahwa ada sekitar lima sekolah yang siswanya mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing. Total pasien yang tercatat sementara ini berjumlah 64 orang,” ujar Iwan Tuaji.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian tersebut. Tim medis telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi siswa, dan proses uji laboratorium sedang berlangsung.
“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti keracunan. Kami masih menunggu hasil dari laboratorium. Pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan mengawal kasus ini dari awal sampai tuntas,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten PALI akan menggelar rapat koordinasi bersama Bupati PALI, Kapolres, Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit, serta pihak-pihak terkait lainnya guna menyusun langkah konkret dalam penanganan kasus ini. Wakil Bupati menegaskan, Pemkab PALI berkomitmen penuh dan tidak akan lepas tangan.
“Kami ingin pastikan bahwa seluruh tahapan penanganan – dari investigasi hingga pemulihan – berjalan dengan baik. Pemda tidak akan lepas tangan. Kita tangani dari awal sampai akhir, karena ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak kita,” tambahnya.
Ia juga berharap seluruh siswa yang terdampak bisa segera pulih dan dapat kembali bersekolah, mengingat saat ini mereka tengah menjalani ujian akhir yang menentukan kelulusan. “Kami sangat prihatin. Semoga ini bisa segera selesai, dan anak-anak bisa kembali mengikuti ujian dengan kondisi sehat,” ujar Iwan.
Selain penanganan medis, Pemkab PALI juga memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program makan siang bergizi yang dilaksanakan di sekolah-sekolah. Keamanan pangan dan pengawasan distribusi akan diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Saat ini, tim medis terus memantau kondisi para siswa yang dirawat. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, sambil menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.(Im)






