PALI, Sumselgo – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tengah menangani secara serius kasus dugaan keracunan massal yang terjadi dalam program makan bergizi gratis untuk pelajar. Program yang bertujuan meningkatkan nutrisi siswa ini justru menimbulkan kepanikan setelah puluhan siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing.
Insiden tersebut memicu perhatian luas masyarakat. Pemkab PALI melalui RSUD Talang Ubi H. Anwar Mahakil bertindak cepat dengan merawat para korban secara intensif. Dari 116 siswa yang dirawat di RSUD, 95 di antaranya telah pulih dan diperbolehkan pulang.
“Alhamdulillah, sebanyak 95 siswa sudah kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi sehat,” ujar Plt. Direktur RSUD Talang Ubi, dr. Davied Arja, Senin (5/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa pasien yang tersisa masih dalam pengawasan medis ketat, termasuk pemantauan langsung oleh dokter spesialis anak dr. Nova, guna memastikan tidak ada gejala lanjutan.
Berdasarkan data terkini, total siswa yang terdampak mencapai 151 orang, dengan rincian sebagai berikut:
• RSUD Talang Ubi: 116 siswa (95 telah dipulangkan)
• Puskesmas Talang Ubi: 26 siswa (23 telah dipulangkan)
• RS Pertamedika: 3 siswa (seluruhnya telah dipulangkan)
• RS Tanah Abang: 1 siswa
• Klinik Alfaris: 2 siswa
• Bidan Praktek: 1 siswa
• Pemeriksaan Dokter Umum: 1 siswa
• Perawatan di Rumah: 1 siswa
• Puskesmas Kertadewa: 1 siswa
Total siswa yang sudah dipulangkan sebanyak 123 orang.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membiarkan proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur. Sementara itu, siswa yang masih dirawat terus mendapat pengawasan medis intensif.(Im)












