PALI,Sumselgo – Polsek Talang Ubi tak sekadar menyapa warga, tetapi membongkar langsung persoalan kamtibmas dari hulunya. Melalui kegiatan dialog terbuka di Talang Subur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rabu (28/1/2025).
Polri menegaskan pergeseran strategi,dari pola reaktif menuju pencegahan berbasis kemitraan masyarakat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.10 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah,S.H, bersama Wakapolsek AKP Eisen Hower, S.H, para pejabat utama, serta personel Polsek Talang Ubi. Tokoh masyarakat setempat turut dilibatkan sebagai simpul penting pengamanan sosial di tingkat akar rumput.
Dalam forum dialog tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai keluhan dan dinamika keamanan, terutama di kawasan Simpang Lima Talang Ubi, yang dinilai rawan terhadap gangguan ketertiban.
Polsek Talang Ubi merespons dengan pendekatan tegas namun terukur,menyasar sumber-sumber persoalan seperti kebisingan musik remix, peredaran narkoba, konsumsi minuman keras, hingga lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak dan remaja.
Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah menegaskan bahwa penanganan kamtibmas tidak cukup hanya dengan penindakan hukum, tetapi harus menyentuh kesadaran kolektif masyarakat.
“Jika masyarakat dan aparat berjalan sendiri-sendiri, kejahatan selalu menemukan celah.Karena itu, Polri mendorong ronda malam, kewaspadaan lingkungan, dan keberanian warga untuk melapor sejak dini. Pencegahan adalah kunci,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi bagian dari masalah dengan menyebarkan hoaks dan informasi liar yang justru memperkeruh situasi sosial.
Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 09.30 WIB tersebut berlangsung aman dan kondusif,sekaligus memperlihatkan model kehadiran Polri yang aktif, terbuka, dan responsif.
Sebagai penegasan arah kebijakan,Kapolsek Talang Ubi AKP Ardiansyah, S.H, menyampaikan pesan Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K, yang menekankan perubahan paradigma pelayanan kepolisian.
“Bapak Kapolres PALI menegaskan bahwa Polri tidak boleh hanya datang saat terjadi pelanggaran hukum. Polri harus hadir lebih awal, mendengar, berdialog, dan menjadi bagian dari solusi. Sinergi dengan masyarakat adalah strategi utama untuk mempersempit ruang gerak kejahatan dan membangun rasa aman yang berkelanjutan,” ujar AKP Ardiansyah menyampaikan pesan Kapolres.
Kapolres PALI menilai,pendekatan dialogis dan keterlibatan langsung masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas di daerah, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.(Md)








