PALI,Sumselgo – Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Iwan Tuaji, SH, membantah tuduhan yang menyebut dirinya memaksa perusahaan untuk menyerahkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp13 miliar untuk pembangunan jalan di wilayah PALI.
Bantahan tersebut disampaikan Iwan Tuaji kepada awak media usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten PALI pada Senin (9/3/2026).
Menurutnya, pemberitaan yang beredar sebelumnya tidak berdasar dan menyebut dirinya serakah serta tamak tanpa didukung sumber yang jelas.
“Berita itu tidak benar. Narasumbernya juga tidak jelas. Saya sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang menyebut saya serakah dan tamak,” ujar Iwan Tuaji.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan yang dimaksud bukan berasal dari dana CSR yang dipaksakan oleh pemerintah daerah. Pembangunan tersebut merupakan hasil urunan atau kontribusi bersama dari beberapa perusahaan.
Menurutnya, pemerintah daerah hanya berperan mendorong kolaborasi antara perusahaan untuk membantu pembangunan infrastruktur yang juga digunakan oleh masyarakat.
“Jalan itu bukan dari dana CSR yang dipaksakan. Itu murni urunan dari pihak perusahaan untuk membantu pembangunan jalan. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi dan tidak melakukan intervensi seperti yang dituduhkan,” tegasnya.
Iwan Tuaji juga menilai pemberitaan yang beredar dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat dan berpotensi merusak hubungan antara pemerintah daerah dan para investor yang beroperasi di Kabupaten PALI.
Ia berharap media dapat menyajikan informasi yang berimbang dengan melakukan konfirmasi langsung kepada pihak terkait sebelum mempublikasikan berita.
“Kami berharap media tetap menjaga prinsip keberimbangan dalam pemberitaan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten PALI, lanjutnya, tetap berkomitmen mendorong pembangunan daerah melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, pembangunan jalan yang dimaksud berada di jalur Simpang Raja – Cam Topo atau Simpang 4 Pertamina, yang direncanakan untuk meningkatkan akses transportasi masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.(Shy)












