‎Jembatan Sungai Sangkut Putus, Kades Kota Baru Desak Percepatan Pembangunan demi Akses Petani dan Pelajar

‎PALI,Sumselgo – Mobilitas warga di Desa Kota Baru, Kecamatan Penukal Utara, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Jembatan vital yang melintasi Sungai Sangkut, yang menjadi urat nadi penghubung antara kawasan Madu Kincing menuju Desa Muara Ikan, dilaporkan terputus total akibat terjangan arus sungai yang deras.

‎Kepala Desa Kota Baru, Yusri Qolbi, menyampaikan seruan mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan akses transportasi yang kini melumpuhkan aktivitas ekonomi dan pendidikan warga setempat.

‎Dalam keterangannya, Yusri menjelaskan bahwa titik kerusakan berada tepat di area strategis sektoral pertanian dan perkebunan. Kawasan tersebut merupakan pusat produktivitas warga, mulai dari perkebunan karet hingga program cetak sawah rakyat.

‎”Di depan kami ini adalah lokasi persawahan masyarakat. Di sini juga tempat warga kami menyadap karet. Dengan putusnya jembatan ini, akses petani untuk membawa hasil bumi menjadi terhambat total,” ujar Yusri Qolbi saat meninjau lokasi, Minggu (05/04/2026).

‎Bukan hanya soal ekonomi, pendidikan anak-anak sekolah juga terancam. Jalur ini merupakan rute utama bagi para pelajar dari Madu Kincing dan Kota Baru yang hendak menuju sekolah di Desa Muara Ikan. Kondisi sungai yang meluap dan arus yang kencang membuat penyeberangan manual menjadi sangat berisiko bagi keselamatan warga.

‎Pemerintah Desa Kota Baru secara resmi meminta atensi khusus dari Bupati dan Wakil Bupati PALI, Asgianto, S.T. dan Iwan Tuaji, agar segera menginstruksikan dinas terkait untuk turun ke lapangan.Yaitu melakukan tindakan darurat Untuk penanganan darurat dan mitigasi kebencanaan di lokasi sungai dan melakukan perencanaan dan pengerjaan konstruksi jembatan permanen atau darurat.

‎”Kami mohon bantuan dan kerja samanya, terutama kepada dinas terkait. Kami memohon kepada Bapak Bupati agar kiranya dapat menginstruksikan jajarannya untuk membantu warga masyarakat kami dalam pembangunan kembali jembatan penghubung ini,” tegas Yusri.

‎Menutup pernyataannya, Yusri Qolbi tetap memberikan apresiasi dan dukungan moral kepada jajaran pimpinan daerah. Ia menegaskan bahwa semangat membangun dari pinggiran harus terus dijaga demi kesejahteraan masyarakat kecil.

‎”Sekali lagi terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran. Kami ucapkan salam Bangga Membangun Desa, tetap ado rason, Salam Kompak Tata (Sal Komta),” pungkasnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya pembangunan jembatan darurat dalam waktu dekat agar aktivitas ekonomi di sektor perkebunan dan persawahan Desa Kota Baru tidak terus terpuruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *