PALI,Sumselgo — Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak milik Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) turut ambil bagian dalam kemeriahan karnaval yang digelar di Kabupaten PALI, Selasa (18/8/2026).
Kehadiran mobil dengan desain khusus layanan perlindungan perempuan dan anak tersebut cukup mencuri perhatian masyarakat. Di tengah kemeriahan karnaval, kendaraan itu sekaligus membawa pesan penting tentang pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten PALI, Kartika Sari, S.Kom., M.M., mengatakan keikutsertaan Mobil Perlindungan dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk lebih mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat.
“Mobil Perlindungan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Pemerintah Daerah dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak,” ujar Kartika Sari.
Menurutnya, layanan tersebut dihadirkan agar masyarakat dapat memperoleh perlindungan yang lebih mudah dijangkau, responsif, dan dekat dengan masyarakat.
Melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten PALI, masyarakat dapat memperoleh sejumlah layanan, mulai dari penerimaan pengaduan masyarakat, penjangkauan korban, pengelolaan kasus, hingga penampungan sementara.
Selain itu, tersedia pula layanan mediasi serta pendampingan korban dalam proses pemeriksaan hukum, kesehatan, dan psikologis.
Kartika Sari mengimbau masyarakat agar tidak takut berbicara maupun melaporkan apabila menemukan atau mengalami tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Jangan takut untuk berbicara. Jangan ragu untuk melapor. Berani bicara, berani melapor,” tegasnya.
Ia berharap keberadaan layanan perlindungan ini dapat semakin dikenal masyarakat sehingga korban maupun pihak yang mengetahui adanya kasus kekerasan tidak ragu untuk mencari bantuan.
“Bersama DPPKBPPPA kita wujudkan perempuan dan anak yang aman dan terlindungi,” katanya.
Keikutsertaan Mobil Perlindungan dalam karnaval pun menjadi momentum untuk menyampaikan pesan bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas pemerintah, melainkan membutuhkan kepedulian dan peran seluruh elemen masyarakat.(Shy)









