PALEMBANG,Sumselgo – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Ronny Samtana, S.I.K., M.T.C.P., membesuk enam korban luka akibat kericuhan saat aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Sumsel, Selasa (13/10/2026) sore. Enam korban tersebut terdiri dari tiga mahasiswa, dua wartawan, dan seorang anggota kepolisian.
Kapolda Sumsel mendatangi para korban yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Kunjungan tersebut dilakukan setelah insiden kekerasan yang diduga melibatkan sejumlah orang tidak dikenal (OTD) terjadi di tengah aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumsel.
Akibat kejadian itu, enam orang mengalami luka-luka hingga harus mendapatkan penanganan medis. Para korban berasal dari kalangan mahasiswa, wartawan, dan anggota kepolisian.
Kapolda Sumsel menegaskan pihaknya akan mengusut kericuhan yang menyebabkan sejumlah orang terluka tersebut. Penyelidikan diperlukan untuk mengungkap rangkaian kejadian, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan itu.
“Kami akan mengusut kericuhan yang mengakibatkan enam orang mengalami luka-luka tersebut,” demikian inti pernyataan Kapolda berdasarkan informasi yang disampaikan dalam bahan berita.
Namun, kutipan tersebut perlu dicocokkan dengan pernyataan asli Kapolda sebelum diterbitkan sebagai kutipan langsung.
Insiden yang melibatkan mahasiswa, wartawan, dan anggota kepolisian itu menjadi perhatian karena terjadi saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di depan markas kepolisian.
Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap penyebab kericuhan serta memastikan pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban. Penanganan perkara juga diperlukan untuk memberikan kejelasan mengenai kronologi kejadian dan bentuk kekerasan yang dialami para korban.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan terperinci mengenai identitas seluruh korban, kronologi lengkap kericuhan, maupun pihak yang diduga melakukan kekerasan. Informasi mengenai langkah penyelidikan dan kemungkinan penetapan tersangka juga masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian.
Keterangan resmi lebih lanjut dari Polda Sumsel diperlukan untuk memastikan perkembangan penanganan kasus tersebut, termasuk hasil pemeriksaan saksi dan bukti-bukti yang berkaitan dengan insiden di lokasi aksi.(Md)










